"Taman Creative Park, Taman Monumen, Taman Pintar, Taman Ulin, itu semua termasuk juga penilaiannya, tapi pada dasarnya fokusnya yang kami jadi kalah itu ada di sektor kebersihan. Dalam artian itu sistem pengelolaannya sampah," kata Kepala Seksi (Kasi) Pertamanan dan Pemakaman Bidang Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (KPP) Dinas Perkim Kukar, Nofia Romadhansyah kepada korankaltim.com, Senin (29/3/2021).
Sadar akan pentingnya menjaga kebersihan bersama, Nofi, sapaan akrabnya, mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga kebersihan taman-taman kota yang ada di Kota Raja.
"Poin yang tertinggi itu dikebersihan karena besar nilainya. Harapan kami bukan Perkim saja yang bekerja, kesadaran masyarakat juga diharapkan lebih," papar Nofi.
Khusus bidang kebersihan ada bagian lain yang berwenang. Pihaknya hanya fokus pada pemeliharaan dan perawatan taman-taman kota dan pemakaman. "Karena kalau sampah kan di kebersihan, kalau kami pertamanannya saja. Creative park, Taman Pintar, Taman Monumen, Taman Ulin. Kalau yang pinggir sungai tidak masuk (penilaian) dan kriteria untuk Adipura itu sudah ditentukan dari tim Adipura," ungkapnya.
Ditanya terkait keberadaan Taman Kota Raja yang kini menjadi tempat favorit warga untuk bersantai dan menghabiskan waktu berakhir pekan, Nofi menegaskan bisa jadi nantinya tempat itu masuk menjadi salah satu penilaian dari tim Adipura.
"Kalau Taman Kota Raja ini bisa masuk baru dan tambahan penilaian. Bisa jadi tambahan nilai, namun Adipura itu termasuk fasilitas penunjang seperti kotak sampah harus lengkap dan taman harus ada tempat cuci tangan dan harus lengkap, tempat duduk dan rumputnya harus hijau. Namun tetap hal yang paling penting ialah kebersihan, oleh karena itu kami mohon dukungan seluruh masyarakat untuk turut menjaga kebersihan bersama," tutup Nofi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur