Wawan saat ini adalah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, Kutai Kartanegara. Sudah sejak tahun 2017 silam dirinya menjalani kehidupan di balik jeruji besi yang mengekang kebebasannya. Semua itu karena Wawan terlibat tindak pidana narkotika dengan vonis 5 tahun 6 bulan penjara.
Awalnya pria kelahiran Sulawesi Barat tahun 1985 ini merantau dengan maksud mengadu nasib di Kalimantan Timur tahun 2013 silam dan Kecamatan Anggana, Kukar jadi pilihannya hingga bekerja pada sebuah salon kecantikan.
Diawal-awal menjalani masa tahanan, Wawan merasa takut dan trauma, karena tidak pernah terlintas dalam pikirannya harus merasakan dinginnya tembok Lapas yang berada di Jalan Mangkuraja, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Kukar tersebut. "Saya sangat menyesal, karena terlibat kasus narkoba," kata Wawan kepada korankaltim.com disela-sela pelatihan cukur rambut yang digelar Lapas pada Kamis (25/3/2021) kemarin.
Berada di Lapas tak membuat keterampilan Wawan dalam merapikan rambut orang lain hilang. Tahun ini, Wawan berkesempatan menambah kemampuannya itu yang merupakan tahun kedua baginya dimana pada tahun 2020 pernah ia ikuti pelatihan yang serupa.
"Alhamdulillah, saya merasa senang bisa ikuti pelatihan ini lagi, bukan senang karena di Lapas tapi senang masih diberikan kesempatan untuk ikuti pelatihan ini, "ucap Wawan.
Wawan bekerja di barbershop Lapas sejak tahun 2018. Ia menjalani aktivitas tersebut dengan penuh kesabaran sembari menunggu masa pembebasan bersyarat yang dalam proses pengajuan yang diperkirakan bebas pada Oktober 2021.
“Kalau bebas nanti, saya akan membuka usaha barbershop. Itu impian saya setelah bebas nanti, " kata anak ke-empat dari lima bersaudara ini.
Selama menjalani hukuman di Lapas, Wawan adalah sala satu warga binaan yang aktif dalam mengikuti program pembinaan khususnya pembinaan kemandirian. Hal ini dibuktikan dengan diangkatnya ia sebagai pekerja pada workshop atau bengkel kerja bidang barbershop atau potong rambut.
"Itu alasanya saya mengajukan Wawan sebagai pekerja di bengkel kerja di Lapas, " kata Kasi Pembinaan Kerja, Lapas Kelas IIA Tenggarong, Zairin Zain.
Penulis: Sabri
Editor: Aspian Nur