Menurut Hamly, apa yang dilakukan pihak kementerian ini harus disambut baik karena upaya jemput bola dan harus dilakukan serius serta secara matang oleh pemerintah Kukar.
"Jadi mereka justru jemput bola, bukan kami yang kesana, padahal rencananya Bupati yang mau ke Jakarta), namun ternyata mereka yang kesini," papar Hamly lagi.
Dengan akan berdirinya BLK di Jonggon, maka sudah berdiri tiga BLK yang ada di Kukar. Diharapkan BLK ini bisa mencetak SDM yang siap masuk ke dunia kerja sehingga mengurangi angka pengangguran di Kukar.
"Sejauh ini BLK Kukar yang sudah ada itu dua, Muara Badak dan Samboja, tapi yang Muara Badak masih belum optimal karena workshop-nya belum siap, jadi hanya gedung tapi di dalamnya untuk kepelatihannya belum ada. Tahun ini kami adakan workshop-nya, sehingga kerjasama kami dengan BLK nanti, BLK lah yang menyiapkan tenaga pengajarnya karena kami tidak punya tenaga pengajar untuk pelatihan," papar Hamly.
Adapun kerjasama yang akan ditempuh ialah dengan BLK Samarinda, baik kerja sama perekrutan tenaga pelatih dan instrumen penunjang lainnya. Kerjasama yang dilakukan ini bersumber dari dana APBD dan anggaran sharing bersama forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).
"Upaya ini untuk mengurangi pencari kerja yang jumlahnya mencapai enam ribu per lima tahun itu. Jadi total BLK kami ada tiga, insya Allah yang di Jonggon itu tarafnya nasional nanti karena untuk mendukung IKN, makanya kementerian agak serius ini karena itu komoditinya pertanian dan pusat industri dan dua-duanya untuk ketahanan pangan dan kemandirian industri disiapkan disitu," tegas Hamly.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur