“Sesuai pidato Pak Bamsoet (Bambang Soesatyo) usai terpilih kemarin, kunjungan kerja pertamanya ke IMI Kaltim, namun karena Kaltim kondisinya masih belum memungkinkan menggelar acara karena pandemi, makanya ketua IMI Kaltim H Redy yang diminta hadir bertemu beliau,” kata Simeon kepada korankaltim.com, Rabu (24/3/2021) hari ini.
Simeon mengungkapkan, banyak pembicaraan serius disampaikan oleh kedua tokoh otomotif ini, diantaranya Bamsoet akan melakukan konsolidasi dan melakukan penegasan H Redy Asmara sebagai Ketua di IMI Kaltim. “Bamsoet juga berpesan jangan ada lagi kegiatan otomotif yang ilegal di Kaltim, jika masih ada kegiatan atau event tanpa rekomendasi IMI Kaltim segera laporkan ke saya, begitu penegasan beliau,” ungkapnya.
Selain itu, terkait permasalahan Koni Kaltim yang pernah mengeluarkan surat yang menyatakan mengakui bahwa Ketua Koni Bontang sebagai Ketua IMI Kaltim, Bamsoet juga akan segera menindaklanjuti hal ini.
“Bamsoet akan sampaikan ini ke Pak Marciano Norman sebagai Ketua Umum KONI Pusat agar bisa diselesaikan, apakah itu dibenarkan menurut AD/ART KONI. Sedangkan untuk perkembangan terkait laporan IMI Kaltim ke Polda Kaltim terkait penggunaan logo hingga regulasi IMI yang mengatasnamakan IMI Kaltim yang dilakukan oleh H Aminullah, hal tersebut akan dipantau langsung perkembangan hasil penyidikannya ke Polda Kaltim oleh Pak Bamsoet,” tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur