Menurut keterangan warga pada awalnya Tongkang Batu Bara Prima Sakti 06 yang bermuatan batu bara pada posisi tambat di perairan Kelurahan teluk dalam. Tiba - tiba tongkang tersebut larut ke arah laut dan menabrak tiang jembatan dondang, larutnya tongkang ini belum diketahui penyebabnya.
Adapun jarak tambat tongkang batu bara Prima Sakti 06 tersebut dengan jembatan Dondang kurang lebih 1, 5 kilometer dan pada saat posisi tongkang batu bara tambat dengan posisi Tug Boat / kapal penarik tongkang tidak satu tempat. Dengan jarak kurang lebih 500 meter, sehingga tidak diketahui bahwa tongkang batu bara tersebut larut, dan menabrak tiang jembatan. Pada saat kejadian situasi dalam keadaan arus air deras serta hujan lebat.
"Untuk bagian atas memang ada keretakan di jalan, sisi bawah yang ditabrak belum sempat kami lihat ini baru mau cek bagian bawah sambil menunggu dinas terkait PU dan Perhubungan dari Provinsi," kata Camat Muara Jawa Syafruddin saat dikonfirmasi konfirmasi korankaltim.com, Rabu (3/3/2021).
Syafruddin mengungkapkan keretakan badan jalan jembatan untuk insiden kali ini sedikit lebih parah daripada insiden sebelumnya.
"Saya pikir kurang lebih di sisi badan jalan ada yang retak, untuk kondisi saat ini lebih parah dibandingkan sebelumnya," ungkapnya.
Sejak insiden sebelumnya dan insiden tadi malam, pihak pemerintah kecamatan Muara Jawa masih memberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan yang melintas Jembatan Dondang.
"Kami sambil menunggu informasi dari PU provinsi yang saat ini sudah di lapangan, saat ini masih lalu lalang kendaraan, tapi sama seperti yang lalu tetap dibatasi, bobot kendaraan roda empat itu khusus yang kecil, bagi yang bobot yang besar dari insiden tabrakan yang awal pun belum boleh dilewati. Ini kami sambil memastikan lagi kondisi jembatan saat ini," demikian Syafruddin.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan