Workshop yang dilaksanakan secara prosedural Covid-19 ini diikuti oleh 24 orang yang merupakan pegawai pejabat struktural dari Kantor Cabang Tenggarong.
"Turunan dari PP 54 sudah berubah, dari nama saja sudah berubah, sekarang jadi Perumda, nah tentunya perubahan ini kita akan mengacu pada kinerja dari yang hanya biasanya menjadi lebih baik," kata Suparno kepada korankaltim.com, Senin (22/2/2021).
Dari perubahan mendasar terkait nomenklatur ini, tentunya sebagai acuan Perumda Tirta Mahakam untuk berubah kepada hal yang lebih efektif dan sistematis lagi dengan mengandalkan kemajuan teknologi terkini.
"Yang tidak kalah pentingnya kita ubah dari hulunya dulu yakni unit produksi, nanti kemudian kita akan ubah di bagian lain seperti hubungan langganan, hubungan dengan masyarakat, existing kemudian bagian-bagian lain. Semua akan kita ubah dengan menyesuaikan kemajuan teknologi yang kini sudah era 4.0," terangnya.
Suparno menegaskan, perubahan ini tentu harus dilakukan, karena kalau tidak menyesuaikan dengan perubahan kemajuan teknologi, maka dipastikan Perumda Tirta Mahakam akan tertinggal, dan tujuan utama untuk mencapai kualitas pelayanan yang baik kepada masyarakat akan sangat sulit diraih.
"Dengan era 4.0 ini maka workshop aplikasi operator produksi berbasis android ini tujuannya untuk meningkatkan keterbukaan dan pelayanan yang lebih baik," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan