Diduga tiang besi tersebut mengenai kabel Saluran Utama Tegangan Menengah (SUTM) telanjang bertegangan 20 Kilo Volt.
Saat kejadian, putra yang sedang berada di dalam rumah mendengar suara dengungan disusul dengan suara ledakan kecil dan kilat biru.
"Begitu saya keluar, satu orang sudah terkapar," kata Putra kepada Korankaltim.com.
Saat berita ini ditulis, teknisi tersebut dilarikan ke RSUD AM Parikesit untuk mendapat penanganan awal. Tak berselang lama, Manajer PLN ULP Tenggarong datang ke lokasi. Dia menyebutkan, listrik akan secara otomatis padam jika mengalami gangguan.
Biasanya, lanjutnya, pemadaman secara otomatis dikarenakan hanya satu penyulang listrik tegangan menengah.
"Karena ini besar, ini yang kena di incoming (tenaga listrik langsung). Sehingga penyulang R1, R2, R3, R4 di dalam kota Tenggarong ini padam semua," jelasnya.
"PLN, sepersekian detik apabila ada gangguan dari kabel menyentuh tanah, baik pohon, binatang dan sebagainya secara otomatis akan mati," tandasnya.[]
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Rusdi