“Perbaikan di Desa Sidomulyo dengan dana sekitar Rp700an juta, melibatkan 12 perusahaan. Kemarin sedang dilakukan rapat pemantapan dan penutupan jembatan yang berada di areal Pertamina,” katanya kepada Korankaltim.com, Kamis (11/2/2021).
Wiyono mengungkapkan, rapat tersebut penting dilakukan untuk menyamakan persepsi di seluruh pihak yang berkepentingan baik masyarakat umum maupun pihak perusahaan dan pihak Pertamina.
“Rapat itu supaya ini bisa sinkron dengan seluruh pihak dan tidak ada kesalahpahaman. Sejauh ini sudah dibuatkan jalan alternatif, dan itu sudah dikerjakan oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.
“Kita ucapkan terima kasih atas kontribusinya, sehingga kehidupan aktivitas masyarakat bisa berjalan normal, meskipun akses jembatan yang menjadi jalur utama saat ini sedang dilakukan penutupan untuk upaya perbaikan total oleh pihak Pertamina,” tambah mantan Kepala Disdikbud Kukar ini.
Meskipun sudah dilakukan secara maksimal oleh perusahaan dengan membuatkan jalur alternatif, pihaknya berharap hal ini bisa turut diatur mobilisasi yang melintas oleh aparatur setempat dengan memperhatikan tonase kendaraan yang menggunakan akses jalan alternatif tersebut.
“Memang itu bukan rigit ya, jadi harapannya juga mempertimbangkan beban kendaraan yang melintas di situ, jangan terlalu berlebihan supaya ini bisa jangka waktu yang lama bisa dipergunakan sambil menunggu jembatan yang kini sedang diperbaiki secara total oleh Pertamina bisa dilewati kembali,” demikian Wiyono.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan