Menurut Mukhtar, pelaksanaan proses di rumah ibadah khususnya masjid, sudah berjalan lancar.
Namun demikian seluruh pengurus atau takmir masjid juga tetap menerapkan prokes secara ketat.
"Kami sudah menetapkan sembilan masjid sebagai role model. Yaitu masjid-masjid yang menjadi contoh bagi masjid lainnya dalam menerapkan SOP Covid-19," kata Mukhtar kepada korankaltim.com, Senin (8/2/2021).
Dalam pencanangan yang dilakukan pekan lalu ini diikuti langsung kepala Satgas Covid-19 Pemkab Kukar yakni Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda, Kapolres, Dandim, Kepala Dinas Kesehatan dan unsur Forkopimda lainnya. Pencanangan secara simbolis diawali di Masjid Assyifa yang bertempat di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang yang dilanjutkan di Masjid Al Anshar jalan Arwana, Tenggarong.
"Sudah dicanangkan langsung sembilan masjid itu oleh bapak Bupati sebagai sampelnya untuk jadi percontohan," ungkapnya.
Adapun sembilan masjid yang sudah menjadi role model ialah, Masjid Al Mubarakah Stadion, Masjid KH Muhammad Sadjid Kampung baru, Masjid Al Qadar Melayu, Masjid Agung AM Sulaiman, Masjid Daawatul Khair Sukarame, Masjid Al Anshar Arwana, Masjid dekat kawasan Makam Kelambu Kuning, Masjid A Taqwa di Kantor Bupati dan Masjid Assyifa RSUD AMP Parikesit.
Diharapkan untuk masjid lainnya yang belum dicanangkan supaya bisa mengikuti jejak positif masjid-masjid yang sudah menjadi role model. Kemenag Kukar berharap, masing-masing di kecamatan minimal ada satu masjid yang menjadi masjid role model penerapan prokes Covid-19. Untuk menjadi masjid role model penerapan prokes Covid-19 tentu bisa menyediakan bilik disinfektan, menyediakan sarana prasarana cuci tangan menggunakan sabun sebelum masuk area masjid, menyediakan masker dan menerapkan 5 M.
"Setelah sembilan ini nanti selanjutnya kita sasar untuk ke masjid-masjid kecamatan, diharapkan masyarakat juga bisa turut berperan dalam menghadapi Covid-19 ini dengan mengikuti anjuran gubernur dan edaran bupati dengan menerapkan 5 M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi," tegasnya.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi