Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kukar, Abdulah Ramli, bersyukur akan penegasan bahwa insentif ini tidak dipangkas.
"Alhamdulillah, sesuai dengan harapan para nakes," kata Abdullah, Sabtu (6/2/2021).
"Terima kasih teman-teman media yang telah ikut mendorong pemerintah untuk memperhatikan para Nakes," imbuhnya.
Sebelum adanya kepastian akan pemangkasan insentif ini, pihaknya mengumpulkan pendapat setiap anggotanya terkait desas-desus pemangkasan insentif tersebut.
Kemudian pendapat-pendapat tersebut dimusyawarahkan dan diserahkan ke DPW PPNI Kukar untuk kemudian disampaikan ke DPP.
Kendati sudah ada kepastian tidak dipangkasnya insentif ini, PPNI tetap akan menyampaikan pendapatnya ke pemerintah.
Selain itu, pihaknya berharap agar pemerintah dapat meningkatkan nilai insentif para nakes ini. Hal itu mengingat berbagai resiko yang dihadapi dalam persoalan Covid-19 ini masih menghantui.
"Tunjangan ini masuk dalam istilah tunjangan resiko. Nakes sangat rentan terhadap resiko terpapar infeksi, resiko tindak kekerasan oleh pasien juga keluarganya, dan resiko lainnya," tandasnya.[]
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Rusdi