Ia mengungkapkan, kuota pupuk subsidi yang diperoleh Kukar bukan berdasarkan dari usulan Pemkab Kukar, namun sudah ditentukan oleh Pemerintah pusat. Sehingga bisa dipastikan setiap tahunnya pasti terjadi kelangkaan pupuk subsidi yang diperuntukkan bagi para petani Kukar.
"Bukan dari kita tapi memang ditentukan dari sana melalui APBN dan ternyata bukannya makin tambah sesuai lahan pertanian Kukar yang semakin tahun semakin bertambah, justru kuota pupuk makin lama makin turun untuk yang subsidi, kalau yang non subsidi ya tentu saja tersedia di lapangan," ungkapnya.
Selain faktor kuota yang memang dibatasi oleh pemerintah provinsi dan pusat, terjadinya kelangkaan pupuk subsidi juga ditengarai akibat adanya ketidak sesuaian waktu antara pelaksanaan pemupukan oleh petani dan ketersediaan pupuk di lingkup distributor resmi yang menjadi mitra pemerintah dalam mempersiapkan pupuk subsidi bagi para petani Kukar.
"Di kami itu sebenarnya sudah ada Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk upaya bersama peruntukkan pupuk subsidi yang dialokasikan tepat sasaran bagi para petani melalui kelompok petani yang tersebar di seluruh kecamatan," jelasnya.
"Tapi yang terjadi, saat pupuk sudah tersedia petani kita belum memiliki dana untuk membeli pupuk subsidi ini, sementara distributor kan harus tetap memutarkan usahanya sehingga akhirnya dijual ke lain yang siap dananya," tambah Sutikno.
Untuk mengatasi persoalan-persoalan ini, Distanak telah memberikan program bantuan kepada para petani Kukar dengan menyediakan kartu tani. Namun hal ini tetap masih terjadi kelangkaan dikarenakan memang jatah pupuk subsidi yang setiap tahunnya mengalami penurunan.
"Sudah ada kartu tani untuk mengatasi jika petani kita belum tersedia dana untuk membeli pupuk subsidi, namun memang karena kuota pupuk subsidi yang diberikan ke Kukar ini besarannya hanya di kisaran 9 ribuan bahkan 8 ribuan lebih saja sementara lahan kita 18 ribuan hektar, makanya pupuk subsidi selalu saja mengalami kelangkaan di lapangan," tegas Sutikno.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi