“Ketahanan pangan ke depannya dengan IKN ini maka kita harus menyiapkan pangan secara umum, bukan hanya berkaitan padi saja tapi secara umum,” kata Chairil saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (25/1/2021).
Dengan demikian, diharapkan untuk kebutuhan pokok pangan selain padi, Kukar ke depan tidak lagi bergantung dengan daerah lain seperti yang terjadi selama ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, Kukar harus mendatangkan pasokan dari Sulawesi dan Jawa.
“Ke depan diharapkan kita tidak lagi impor pangan dari luar daerah seperti Sulawesi atau pulau Jawa dan juga Kukar bisa berperan sebagai penopang IKN nantinya,” harapnya.
Namun tantangan untuk mewujudkan ini, Kukar dihadapkan dengan persoalan minimnya SDM petani yang saat ini banyak diantaranya sudah berusia lanjut.
“Kita juga sudah rembukkan berkaitan dengan minimnya jumlah petani kita, saat ini sudah banyak yang masuk di usia 50 tahun keatas, tentu mereka sudah tidak mampu lagi nanti untuk kita jadikan tulang punggung pertanian,” ungkapnya.
Oleh karena itu Pemkab Kukar coba terus mendorong, merangsang dan memotivasi para petani muda Kukar untuk menjadi petani milenial.
“Bupati terpilih sudah memprogramkan pertanian modern, jadi mengolah sawah menanam, memanen dan segala macam berkaitan dengan pertanian harus bersistem mekanisasi pertanian. Mudahan program ini terwujud dan semoga Kutai Kartanegara menjadi lumbung pangan di Kaltim khususnya dan umumnya di Indonesia,” demikian Chairil.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan