Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutai Kartanegara (Kukar) Tajuddin mengatakan, pada awalnya pihaknya mengira bahwa kabar yang saat ini santer beredar di media sosial itu hanyalah hoax. Namun setelah dikonfirmasi kepada pihak bank, ternyata benar adanya.
“Info dari BRI, memang ada dana BPUM yang sudah di rekening BRI tapi di blokir dan ditarik kembali oleh BRI pusat. Tapi sampai saat ini kami belum menerima penjelasan pemblokiran tersebut,” katanya kepada Korankaltim.com, Rabu (6/1/2021).
Ia mengungkapkan, dari penjelasan sementara pihak bank, calon penerima BPUM yang gagal menerima atau ditarik kembali dana bantuan sebesar Rp2,4 juta tersebut lantaran calon penerima memiliki pinjaman kredit di bank terkait.
“Menurut penjelasan dari pihak bank, kemungkinan penerima itu memiliki pinjaman KUR atau kredit bank. Karena salah satu syarat penerima BPUM bukan penerima KUR,” ungkapnya.
Ketika ditanya berapa jumlah data yang sudah menerima dan berapa jumlah data yang gagal menerima bantuan, Tajuddin belum bisa menyebutkan.
“Data ini yang masih kami mintakan dengan BRI, termasuk yang sudah dicairkan,” terangnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan pelaku UMKM, Gina Lananta menyampaikan, pihaknya membenarkan ada rekannya yang mengalami penarikan kembali uang sebesar Rp2,4 juta dari rekening BRI-nya. “Alhamdulillah kalau saya sudah terima dan utuh. Namun memang benar ada rekan dan ramai diperbincangkan di medsos, nilai saldo yang ada di rekeningnya justru minus 2 juta, karena dana bantuannya sudah dicairkannya,” bebernya.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi