Ia membeber, Bupati Kukar menanyakan salah satu objek wisata andalan Kukar yakni Pulau Kumala. Ia mengaku hanya bisa melaporkan, bahwa pulau di tengah sungai itu tak menarik investor, lantaran pulau di tutup selama pandemi.
"Sebagai kajian daya tarik investor kan berpatokan dari jumlah kunjungan, namun selama Covid ini kami terus benahi, terkait aset dan melengkapi DED (Detail Engineering Design) serta FS (Feasibility Study)nya, supaya nanti saat investor datang, sudah siap," kata Thauhid kepada korankaltim.com, Selasa (5/1/2020).
Tak hanya Pulau Kumala, destinasi wisata lainnya yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kukar juga sudah dilakukan inventarisasi aset dan upaya pembenahan seperti peningkatan sarana prasarana objek wisata. "Sudah dan sedang kami lakukan, ya di Pulau Kumala, Waduk dan destinasi lainnya," ungkapnya.
Ia menyebut, salah satu peningkatan dilakukan di Waduk Panji dengan membangun taman labirin.
"Pembangunan tetap dilakukan walaupun objek wisata tidak buka karena Covid-19 ini," tambah Toi sapaan akrabnya.
Penambahan wahana-wahana di beberapa destinasi wisata andalan Kukar ini, lanjut Toi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kukar, hingga pada saat nanti pemerintah memperbolehkan seluruh obyek wisata dibuka kembali seiring menurunnya angka penyebaran Covid-19.
"Kami optimis tahun ini investasi pariwisata bisa naik seiring dengan menurunnya Covid-19. Kan saat ini pemerintah terus berupaya untuk penanganannya, dan sudah ada vaksin kan, semoga saja kondisi pulih dan sektor wisata juga bisa membaik kembali, amin," harap Toi.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi