“Insya Allah sudah selesai, tinggal setting kabel saja lagi,” kata Slamet kepada korankaltim.com, Kamis (24/12/2020).
Slamet menyampaikan untuk membedakan dengan jembatan-jembatan yang memiliki lampu hias tematik lainnya adalah kalau Jembatan Kartanegara milik Kukar ini memiliki lampu hias tambahan dengan bertuliskan ‘KUTAI KARTANEGARA’ baik di sisi hulu dan sisi hilir jembatan tepat di posisi tengah besi baja pelengkung.
“Ikonik kita tentu ada tulisannya, sebagai penegasan bahwa jembatan ini milik masyarakat Kutai Kartanegara dan bagi warga yang ber-swafoto pasti tidak perlu mempertanyakan lagi, itu jembatan mana, karenakan sudah ada tulisannya,” ucapnya.
Slamet mengungkapkan diperlukan 23 ribu watt untuk menyalakan lampu hias tematik yang dipercaya semakin mempercantik panorama ketika malam hari untuk jembatan dengan panjang 710 meter ini.
“Untuk menyalakan lampu hias jembatan kita itu sebesar 23 ribu watt. Kekuatan dan daya tahan lampu tidak perlu diragukan lagi karena lampu yang digunakan ialah tahan dengan situasi kondisi cuaca ekstrem sekalipun,” ungkapnya.
“Karena dia termasuk dalam Penerangan Jalan Umum (PJU) jadi listriknya ikut di jaringan PLN,” tambah Slamet.
Ia menegaskan pada perayaan tahun baru 2020 ini meskipun tidak dirayakan seperti tahun-tahun sebelumnya karena menyikapi pandemi Covid-19, keindahan malam tahun baru akan tambah berkesan dengan adanya lampu hias tematik jembatan Kartanegara sebagai ikonik wisata baru di Kukar khususnya kota Tenggarong ini.
“Tentu tambah mempercantik suasana malam di Kota Tenggarong. Jadi malam tahun baru nanti semua warga bisa menyaksikan keindahan lampu Jembatan dengan ada tulisan Kutai Kartanegara,” pungkas Slamet.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan