Ancah sapaan akrabnya mengungkapkan, peserta tak hanya dibekali materi, namun juga mengikuti praktek menjadi pembawa acara agar nantinya memiliki kepribadian dan wawasan serta tanggung jawab yang tinggi terhadap profesinya.
"Tentu harapannya pelatihan ini bisa menggali potensi lain dari semua peserta khususnya anggota yayasan Gubang serta memunculkan kepercayaan diri, agar kedepannya akan ada master of Ceremony yang punya kualitas dan profesional " ungkapnya.
Sementara itu Novita Fitrina bersyukur bisa berbagi ilmu kepada generasi muda di Kukar dan mengapreasiasi Yayasan Gubang yang telah menggagas pelatihan ini. "Saya pikir Yayasan Gubang sudah banyak melakukan hal-hal luar biasa dan positif di bidang seni budaya," kata ucap Novita yang mengabdikan diri sebagai staf Wisma Pemkab Kukar di Jakarta ini.
Novita memang dikenal kerap menjadi pembawa acara di Kukar, namun kariernya kian menanjak setelahnya kepindahannya ke Jakarta dan beberapa kali dipercaya menjadi MC, baik di tingkat nasional hingga internasional.
"Proses dari pengalaman inilah yang saya bagikan kepada adik-adik kita, seperti bagaimana menjadi pembawa acara yang baik dan handal, Jadi banyak hal-hal positif yang bisa saya bagikan," tuturnya.
Perempuan kelahiran Long Iram tahun 1972 ini menjelaskan beberapa materi terkait MC, public speaker, announcer, protokol dan entertainer. Ia juga berbagi bagaimana menjadi seorang host secara virtual di tengah pandemi Covid-19.
"Semoga apa yang saya berikan bisa dilaksanakan, diaplikasikan dan diwujudkan sebagai seorang pembawa acara, baik itu sifatnya acara kenegaraan, acara resmi, wedding, hiburan dan sebagainya," pungkasnya.[]
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi