Tapi, pengerjaan proyek ini mendapat keluhan dari warga. Terutama mereka yang tinggal di pinggir jalan yang sedang diperbaiki.
"Lama sudah ini mereka. Satu bulan lebih ini. Oke lah kalau nanti mereka perbaiki, kesal saya jalanan di sekitar rumah saya ini jadi lumpur berserakan dan becek. Harusnya kan habis dikeruk lumpurnya segera di buang jangan ditumpuk dipinggir jalan," kata Wardana warga Kelurahan Melayu, Tenggarong kepada korankaltim.com, Jumat (4/12/2020).
Hal senada juga disampaikan oleh Lana Yananta yang sempat selama satu pekan lebih terpaksa tidak berjualan makanan dan minuman ringan dikarenakan parit di depan tempat usahanya dibongkar oleh pekerja. Demi tetap mendapat pemasukan, Lana membuka lapak jualannya meskipun kondisi kurang nyaman bagi pelanggan.
"Ya mau bagaimana lagi saya harus tetap berjualan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, walau pekerjaan yang katanya untuk penanggulangan banjir ini belum juga rampung, padahal sudah satu bulanan lebih ini," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pekerja proyek perbaikan drainase yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa pihaknya bekerja sesuai intruksi atasan dan teknis pantauan langsung Dinas Pekerjaan Umum (PU). "Kami bekerja sesuai SOP saja, memang sempat terkendala dan karena faktor hujan makanya jadi becek," terangnya.
Hingga berita ini ditulis, Korankaltim.com, belum mendapatkan keterangan resmi dari Dinas PU Kukar.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi