Ia mengungkap, setelah dipastikan lampu sorot warna-warni menyala, maka penkerjaan selanjutnya ialah pemasangan rangkaian lampu Dot (lampu titik-titik) yang membentuk tulisan 'Kutai Kartanegara' baik di sisi ulu dan sisi ilir jembatan yang memiliki panjang 710 meter ini.
"Tadi malam itu cuma ngetes, dilakukan malam kan kalau siang gak kelihatan lampunya. Makanya ngetesnya malam untuk memastikan kabel rangkaian untuk lampu sorot warna-warni itu ada strum nya atau tidak," ungkapnya.
Slamet menambahkan, pengerjaan lampu hias tematik terus berlanjut dan berharap agar cuaca turut mendukung. Karena kalau kondisi hujan maka para pekerja tidak maksimal bekerja bahkan meniadakan sejenak pekerjaan guna mengutamakan keselamatan para pekerjanya yang harus bergelantungan di atas jembatan.
Proyek lampu hias tematik ini menelan anggaran sebesar Rp6,8 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor lokal dengan masa pekerjaan selama 90. “Itu ditargetkan 20 Desember ini sudah selesai. Ini kan lampu Dot nya sudah datang dan akan dirangkai. Yang cukup rumit nanti menaikkan kerangka huruf-huruf yang membentuk tulisan 'Kutai Kartanegara' karena ukurannya yang besar. Semoga saja lancar cuaca mendukung sehingga pekerja tidak mengalami hambatan berarti," harapnya.
Untuk diketahui, sebagian masyarakat Tenggarong dibuat heboh dengan menyalanya lampu hias Jembatan Kartanegara. Lampu sorot jembatan sudah nyala bergantian dan berubah warna, Kamis Malam (3/12/2020).
Menanggapi hal ini Plt Bupati Kutai Kartanegara H Chairil Anwar mengatakan, pihaknya tidak tahu persis, karena dirinya sempat lewat di Jembatan namun tidak mengetahui kalau lampu sorot warna warni sudah menyala.
"Belum, saya tadi lewat situ mati lampunya. Dan kalaupun uji coba pasti kawan-kawan dinas teknis memberitahukan terlebih dulu ke saya. Dari hasil rapat koordinasi dua pekan lalu seperti itu, mungkin pekerja tadi ngetes maha kalok," kata Chairil kepada Koran Kaltim, Kamis Malam (3/12/2020).
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi