“Kami sudah mengajukan permohonan jalan Buak untuk dilakukan pengerasan dan dibangunkan drainase parit di sisi kiri kanan jalan. Sudah fix dianggarkan Rp. 5,5 miliar,” kata perwakilan masyarakat Kembang Janggut, Salehudin kepada korankaltim.com, Rabu (25/11/2020).
Mantan Ketua DPRD Kukar yang menjabat dua periode ini mengungkapkan, pembangunan jalan ini sangat darurat, mengingat sering terjadinya kecelakaan karena banyaknya badan jalan yang rusak parah.
“Kriteria jalan Buak ini dapat dikategorikan force major atau darurat. Dan ini penting sebagai main road untuk ekspedisi ekonomi masyarakat. Sudah ada 10 kali lebih kecelakaan truk terbalik karena besarnya kubangan,” ungkapnya.
Dari segi administrasi permohonan, menurut Saleh semua persyaratan sudah lengkap dan sudah mendapatkan disposisi dari Bupati, Bappeda dan Dinas PU.
“Kalau jalan ini tidak masuk di 2020, maka masyarakat di Kembang Janggut siap unjuk rasa. Jalan Buak punya jasa besar untuk transportasi jalan darat Kukar. Di saat jalan Kliran putus, maka jalan Buak alternatif untuk mencapai Kembang Janggut dan Tabang,” harapnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas PU Kukar, Dodik Arifianto membenarkan jika jalan Buak memang butuh perbaikan. “Iya jalan Buak itu dulu awal pertama dilakukan perbaikan di tahun 2018. Untuk detailnya sekarang berapa mohon maaf bukan tupoksi saya lagi karena saya bukan Kasi Pembangunan dan Peningkatan Jalan, saya sekarang di SDA,” tutupnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Bambang Irawan