Lurah Melayu Adhi mengatakan kebijakan ini terpaksa diambil untuk upaya bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih secara massif menular.
“Ya kebetulan ada staf kami dua orang yang dinyatakan positif, jadi hari ini ada sebagian masih yang melakukan test swab di Puskesmas dan sambil masih menunggu hasilnya,” katanya kepada Korankaltim.com, Senin (2/11/2020).
Adhi mengungkapkan, kebijakan menutup pelayanan tatap muka secara langsung ini sudah sesuai arahan intruksi langsung dari Camat Tenggarong Sebagai upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Kami sudah izin dan sudah ada intruksi dari pak camat itu supaya lima hari ke depan untuk menutup layanan sementara, pelayanan tatap muka langsung di Kantor Kelurahan Melayu, jadi hari Senin depan rencananya akan kembali dimulai lagi secara perlahan dan secara terbatas,” ungkapnya.
Bagi warga kelurahan Melayu yang ingin mengurus atau melakukan pemberkasan berupa administrasi dan semacamnya, sementara waktu hanya bisa ditangguhkan dahulu.
“Bagi warga yang ingin berurusan, sementara waktu ini kami tangguhkan dahulu, hari Senin baru kami proses, sesuai dengan instruksi pak camat tadi untuk untuk memutus mata rantai penyebaran,” jelasnya.
Selain dua orang yang dipastikan positif, Adhi menyampaikan masih ada empat orang staf Kelurahan yang saat ini sudah melakukan test swab dan masih menunggu hasilnya.
“Yang empat orang masih menunggu hasilnya, ya ini antisipasi kita bersama, ya takutnya nanti malah kami pegawai kelurahan yang menularkan kepada warga kalau tetap memaksakan membuka pelayanan itu,” jelasnya.
“Jadi bagi staf kami dua orang yang sudah dinyatakan positif tadi, mereka isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan anggota keluarga staf kami tadi juga di suruh test swab untuk tracing sesuai arahan dari pihak puskesmas,” pungkas Adhi.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan