“Program konektifitas infrastruktur jalan dan jembatan harus terus kami lanjutkan. Kalau jalan kita baik akan berpengaruh kepada arus barang dan jasa jadi lancar,” ujar Edi.
Edi yang kenal betul seluk beluk salah satu desa yang menjadi gerbang pertama yang dilalui untuk masuk ke kawasan Ibu Kota Tenggarong ini terkenal dengan produksi perkebunannya yakni lada.
“Batuah ini dikenal dengan produksi ladanya, kami berkeinginan sentra perkebunan, akan dihidupkan kembali. Ini bagian dari pembangunan pertanian berbasis kawasan,” terangnya.
Persoalan pengairan juga akan menjadi fokus untuk meningkatkan sektor perkebunan berbasis kawasan di Desa Batuah.
“Pengairan untuk lahan persawahan akan kami benahi, kami akan kerjakan 150 embung, 120 kilometer jalan usaha tani akan kita tingkatan, sehingga pengembangan lahan pertanian berbasis kawasan akan kami wujudkan sehingga dalam setahun minimal dapat 3 kali panen,” jelasnya.
Edi berkeinginan bagaimana sektor perkebunan rakyatnya berkembang, sektor peternakan terus berkembang, dan sektor perikanan juga terus berkembang.
“Ini dilakukan untuk menyambut IKN, kita ingin kebutuhan pokok masyarakat dalam rangka IKN ditopang 100 persen oleh Kutai Kartanegara, apalagi Batuah masuk dalam perimeter IKN,” tegas Edi.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Rusdi