“Masyarakat harus lebih teredukasi lagi dalam memahami tentang covid-19 ini. Jangan ada stigma negatif yang terbangun di masyarakat bahwa keluarga yang ditinggal dengan status covid-19 ini harus dijauhi, salah jangan seperti itu,” katanya kepada Koran Kaltim.com, Kamis (15/10/2020).
Sesuai penjelasan Satgas Covid-19, sesorang yang dinyatakan positif belum tentu orang atau keluarga terdekat juga dipastikan tertular. Pemahaman seperti ini yang harus dipahami secara seksama oleh masyarakat, sehingga ketika ada kejadian di tengah-tengah masyarakat yakni pasien Covid-19 meninggal dunia, maka keluarga pasien yang ditinggal jangan langsung dikucilkan atau dihindari seperti yang telah terjadi di Kota Tenggarong.
Menurut Chairil, jangan jadikan covid-19 ini sebagai momok yang begitu ‘diharamkan’ segala sesuatu yang berhubungan dengan covid-19 hukumnya haram. Dan jangan menganggap keluarga yang ditinggal untuk dijauhi.
“Sebenarnya kan dari Covid-19 ini yang positif belum tentu keluarga terdekat itu pasti tertular, pemahaman seperti ini yang harus benar-benar dipahami oleh masyarakat,” jelasnya.
“Khusus kepada saudara-saudara saya yang sesama muslim, belajarlah agama dengan benar dengan baik serta pahami, kan sudah jelas kalau di Islam itu kan kalau berkaitan dengan penyakit pandemi atau wabah ini, kalau dia meninggal kan statusnya apa dalam hadist kan sudah jelas diterangkan dalam hadist, dan kemudian belajarlah dengan orang-orang kesehatan yang benar-benar tahu kajian ilmunya,” tambah Chairil.
Hal senada juga disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setkab Kukar, Suprianto yang juga berharap kepada media massa untuk turut serta memberikan pemberitaan yang mengedukasi pada masyarakat luas. “Kita harapkan juga teman-teman media tolong beritakan pemberitaan yang mengedukasi, tidak ada masalah lah kalau kita datang ke keluarga almarhum untuk takziah dan sebagai bentuk perhatian kita mendoakan, memberikan kekuatan moril kepada keluarga yang ditinggal dan tidak ada masalah dengan itu,” harapnya.
“Hal seperti itu bukan barang haram dan masyarakat harus memahami serta belajar agama yang benar dan yang baik lah, kalau kita mau takziah ke keluarga almarhum jangan dihalangi sehingga menambah kesan keluarga yang ditinggal ini agar dijauhi dan dikucilkan, jangan,” tutup Supri.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan