Salah ditemui di lokasi, salah satu warga sekitar Safariah (37) mengatakan dirinya mencium bau menyengat seperti aroma gas sejak dua hari lalu.
"Nah, tadi pagi anak saya itu mencium baunya lagi dan itu disertai dengan gelembung air seperti mendidih dari bawah tanah," katanya.
Hal senada diungkapkan Impin (59) mengatakan kaca rumah miliknya tersebut sempat tersembur air bercampur tanah tersebut, yang mengeluarkan aroma gas.
"Ya, sempat kaget saja, karena kan ini ada jargas baru dipasang dan saya cium baunya seperti gas, tetapi karena didalam tanah tidak terlalu menyebar baunya," katanya.
Menyikapi keluhan warga tersebut PT Lembaga Elektronika Naional (LEN) selaku kontraktor pemasangan jargas di Kota Tepian, langsung menurunkan tim ke lokasi untuk mengecek.
"Ada sedikit kesalahan teknis, jadi pipa jargas ini ada yang belum tersambung," kata Koordinator Operator PT LEN, Ade Bayu saat ditemui di lokasi Kamis (24/9/2020) hari ini.
Dijelaskannya, memang sebelumnya pihaknya melakukan pengecekan jargas setelah terpasang, apakah ada kebocoran atau tidak, dengan cara menembakkan angin dan cairan odoran, dari ujung pipa yang terpasang di setiap kelurahan.
"Seharusnya kalau memang belum tersambung itu, pipanya berada dipermukaan sebagai tanda, tetapi ternyata ini malah tertimbun," terangnya.
"Tetapi, kami pastikan ini tidak berbahaya, karena belum teraliri gas, masih dalam tahap pengecekan," sambungnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi