"Kantin depan itu mau dibangun bangunan Radioterapi yang untuk pasien dengan keluhan penyakit kanker. Karena bangunan itu untuk radio terapi pasien kanker, makanya harus memerlukan kawasan yang luas dan bebas dari apapun di sekitarnya," kata Reny kepada korankaltim.com, Selasa (15/9/2020).
Menurut Reny pembongkaran warung non permanen ini memang sudah diperingatkan sebelumnya kepada seluruh penjual dan pengelola. Apabila sewaktu-waktu pihak RSUD AM Parikesit ingin mempergunakan, semuanya harus sudah siap dan mempersilakan untuk dilakukan pembongkaran.
“Kan memang dari awalkan sudah ada perjanjian bahwa memang di situ kalau sewaktu-waktu pihak Rumah Sakit akan membutuhkan maka akan diambil. Perjanjian itu sudah berlangsung sejak dari awal kepada siapa saja yang ingin menempati kawasan itu,” ungkapnya.
Terkait dengan rencana pembangunan radio terapi, Reny memastikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini, hal ini dikarenakan situasi kondisi Pandemi Covid-19.
“Sebenarnya kita terus berproses terkait
pembangunan ini sejak tahun ini, namun kondisi masih Covid ini kan makanya baru bisa dieksekusi sekarang. Kalau pembangunannya untuk tahun ini sepertinya tidak mungkin, ya tahun depan,” terangnya.
“Namun yang pasti ini terus persiapan, karena dalam pembangunannya terkait lahan dan sebagainya kan harus clear dan tidak sembarangan kan. Nanti posisinya memang dibangun dibelakang kantin itu,” pungkas Reny.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Bambang irawan