“Terima kasih kepada pengelola bank sampah, tingkat kesadaran warga Maluhu sudah terbentuk sudah tinggi akan kebersihan lingkungan khususnya sampah,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, kelemabagaan pengelolaan sampah ini merupakan sebuah bukti perubahan pola pikir masyarakat yang perlahan sudah mulai berkembang. Dulunya, orang-orang pasti akan berpikir untuk mengumpulkan sampah lalu dibakar. Tapi, sekarang sampah menjadi bagian dari penunjang potensi ekonomi masyarakat.
“Sampah ini bagian dari potensi ekonomi, khususnya ekonomi keluarga ekonomi kerakyatan,” sebutnya.
Dalam kegiatan itu juga dihadiri oleh Lurah Maluhu Bayu, Ketua Bank Sampah Heru dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
Lurah Maluhu Bayu juga ikut mengaku bersyukur dengan masyarakat yang sadar dan tidak memandang sampah hanya sebagai masalah. Namun, bisa memanfatkan kehadiran sampah menjadi sebuah berkah.
“Sampah bukan lagi masalah, menggunakan sampah menjadi berkah” jelasnya.
Penulis : Lodya Astagina
Editor : Rusdi