"Saya ditemani anak saya akan menyerahkan hewan kurban berupa satu sapi dan satu kambing kepada panitia kurban di Musala An-Nur Tanjong, dan ini memang niat lama dari saya untuk membeli hewan kurban, sejak 15 tahun lalu," kata Sumiati kepada koran Kaltim.com, Kamis (29/7/2020).
Perempuan dengan lima anak dan enam cucu itu memang menabung sejak 15 tahun silam demi menunaikan ibadah kurban.
Pendapatannya memang pas-pasan dan tidak menentu sebagai penyapu jalanan paruh waktu. Setiap hari dia membersihkan bahu Jalan KH Akhmad Mukhsin Tenggarong.
Guna menambah penghasilan, Sumiati juga berjualan makanan ringan di kawasan Pasar Seni Tenggarong. "Saya jadi penyapu jalan sejak 20 tahun lalu, sedangkan untuk niatan berkurban ini saya tekadkan sejak 15 tahun lalu. Alhamdulillah terwujud pada tahun ini," terangnya.
Rupanya, niat Sumiati tersebut tidak diketahui oleh anak-anaknya. Heru M, salah satu anak Sumiati menceritakan, dia bersama kakak dan adiknya dikumpulkan pada suatu malam oleh Sang Ibu.
"Semalam itu kami dikumpulkan semua, beliau berucap,' mamak mau berkurban tahun ini. Ya, saya kira mau berkurban satu ekor kambing, ternyata satu sapi dan satu kambing. Subhanallah, kami semua terharu dan bangga dengan ibu kami," ucap Heru.
Heru sendiri mengakui tekad kuat ibundanya. Ini bisa dicontoh siapa saja. "Ya ini inspirasi bagi kami juga, bagi siapa saja, karena ibu saya yang penyapu jalanan saja bisa berkurban, apalagi kalau punya penghasilan tetap," terangnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi