Bahkan, ini membentuk klaster penyebaran Covid-19 baru skala se-Kalimantan Timur, disebut dengan Klaster Tanjung Anju, Anggana.
Klaster tersebut menyebar ke kabupaten/kota lainnya. Balikpapan ada 21 kasus dan Samarinda 5 kasus yang terkait klaster ini.
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kukar, Martina Yulianti menuturkan, perusahaan dan Dinkes Kukar telah mengambil langkah mengurangi penghuni dan kegiatan operasional di site perusahaan tempat terjadinya transmisi virus corona.
"Semua yang telah terkonfirmasi telah dipindahkan dan dievakuasi sesuai domisili. Ada yang di Balikpapan, Wisma Atlet Tenggarong Seberang, dan Samarinda. Kontak eratnya sudah tercatat dan operasional (perusahaan) berjalan dengan baik sampai dengan sekarang," kata Martina kepada dalam rilis pers, Selasa (21/7/2020) sore.
Pemkab Kukar sebelumnya telah mengatur terkait kepentingan perusahaan yang melakukan 'crew-change' dengan mewajibkan karyawan tersebut menjalani uji swab terlebih dahulu sebelum memasuki site perusahaan.
Namun, itu kembali kepada kedisiplinan karyawan maupun masyarakat dalam menerapkan protokol Covid-19. Bisa saja protokol tersebut tidak benar-benar diterapkan oleh karyawan.
"Akan sangat mungkin di sekitar kita yang tanpa gejala, oleh sebab itu kita wajib waspada dengan mematuhi protokol pencegahan," pungkasnya.
Selain 33 kasus klaster Tanjung Anju, tambahan satu pasien lainnya, yakni KKR144 merupakan kontak erat pasien KKR87.
Selain itu, hari ini ada penambahan pasien sembuh, yakni KKR95 (62), perempuan asal Anggana, pasien OTG yang dirawat di RSUD AM Parikesit Tenggarong.
Dengan penambahan ini, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kukar menjadi 144 kasus. Sebanyak 67 kasus sedang dirawat, 76 kasus dinyatakan sembuh, dan satu meninggal dunia.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi