Pelanggan mengaku, kenaikan tagihan air untuk bulan Juni 2020 ini melejit. Dari sebelumnya kisaran ratusan ribu, melejit jadi jutaan rupiah.
Ditemui dikantornya, Direktur Perumda Air Batiwakkal, Saiful Rahman menjelaskan, terkait banyaknya pelanggan yang komplain.
Menurutnya, hal itu merupakan hal yang wajar.
Namun, alangkah baiknya, jika warga yang berkeberatan bisa mendokumentasikan angka meteran airnya dengan cara difoto lalu membandingakan dengan yang tertera di struk tagihan.
Bila tagihan tidak sesui dengan jumlah pemakaian, pelanggan silahkan datang dan protes.
“Beberapa hari yang lalu, ada yang langsung menanyakan kenaikan tagihan air melalui nomor Whatshap saya. Saya liat ketika difoto pemakaiannya 731 meter kubik, kemudian di struknya 715 meter kubik. Berartikan lebih banyak pemakaiannya,"ungkapnya.
“Jadi memang terjadi pemakaian air yang meningkat, mengingat selama pandemi Covid-19 banyak membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari,"tegasnya.
Lanjut Syaiful, pencatatan meteran air biasnya dilakukan mulai tanggal 1 sampai tanggal 20 setiap bulan oleh petugas.
“Yang mereka lakukan adalah mengambil foto jumlah kubik pemakaian di meteran air pelanggan. Lalu memasukkan angka meteran secara manual. Setelah mereka masukan dalam sistem melalui server, nanti akan dicek kembali oleh staf kami. Biasanya juga ada salah ketik atau salah edit dari petugas lapangan namun akan diperbaiki di sistem kami,"tambahnya.
Tapi dua bulan terakhir ini, pihaknya tidak mengirim petugas ke lapangan karena ada kebijakan pemerintah. Dampaknya, bukan hanya dari pelanggan saja, pegawai Perumda banyak yang mengeluhkan melonjaknya pembayaran air.
“Untuk bulan ini saja sudah mencapai 1,2 juta karena sudah terakumulasi tiga bulan pemakaian dengan yang sebelumnya. Jadi akumulasi ini lah yang kemudian masyarakat mengatakan melonjaknya pembayaran air,"pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi