Bahkan, jauh hari sebelum surat edaran ini dikeluarkan, Dispar telah mempersiapkan aturan penerapan protokol kesehatan di objek wisata.
Sebelum benar-benar membuka objek wisata, Dispar terlebih dahulu menggelar simulasi di Pulau Kumala, sejak Rabu (1/7/2020) hingga beberapa hari ke depan.
Simulasi ini untuk mengatur antrean tiket, masuk hingga keluar pulau, termasuk aktivitas di Pulau Kumala yang wajib memperhatikan protokol Covid-19 secara ketat.
"Untuk sementara ini kita ada dua opsi terkait pemeriksaan kesehatan pengunjung, apakah dilakukan di area parkir, atau saat pengunjung sudah berada di sisi Pulau, kita masih perhitungkan hal ini," kata Kepala Dispar Kukar, Thauhid Afrilian Noor melalui Kabid Pengembangan Destinasi Wisata, M Ridha F, kepada korankaltim.com, Kamis (2/7/2020).
Selain itu, guna meminimalisir kontak langsung antara petugas dengan pengunjung, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bankaltimtara terkait pembayaran non tunai, atau menggunakan e-Money untuk pembelian tiket masuk.
"Untuk tahap pertama ini kita fokuskan pada pembelian tiket masuk dulu, selanjutnya kita terapkan ke pelaku usaha di Pulau Kumala," jelasnya.
"Kita sudah koordinasi dengan Bankaltimtara untuk penggunaan QRIS, karena mereka sudah punya izin dari Bank Indonesia (BI)," tambah Ridha.
Pulau Kumala menjadi target awal sebelum membuka objek wisata lainnya, seperti Planetarium dan Waduk Panji Sukarame.
Pekan kedua Juli 2020, direncanakan Pulau Kumala sudah dibuka kembali untuk masyarakat.
"Ya, target kami Juli minggu kedua, rencananya Pulau Kumala dulu yang dibuka," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi