Ketua Pokdarwis Desa Pela, Alimin menyebutkan, sudah tiga bulan terakhir ini kelompoknya tidak menerima pemasukan dari penyediaan perahu, tour guide hingga kuliner di kawasan Danau Semayang.
Pihaknya sempat mengajukan proposal bantuan ke Dinas Pariwisata. Namun belakangan, bantuan untuk sektor wisata yang dikelola BUMDes itu diajukan lewat DPMPD Kukar.
"Kemarin sempat dimasukan bantuan ke Dinas Pariwisata, sekalinya tidak bisa karena masuknya ke DPMPD. Sekalinya, ketika kita ajukan permohonan bantuan itu ke desa ternyata sudah terlambat," kata Alimin kepada Korankaltim.com, Kamis (18/6/2020).
Pihaknya tetap akan mengajukan permohonan tersebut di tahap selanjutnya agar kelompok sadar wisata ini tidak tersungkur.
Dalam minggu ini, kata dia, sudah ada beberapa pihak yang menghubunginya untuk mengunjung wisata danau terbesar di Kukar itu. Mulai dari sekedar berwisata hingga untuk kepentingan penelitian tiga danau yang saling terhubung ini. "Tentunya ada protokol Covid-19," ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kukar Dafip Haryanto menyebutkan, sektor pariwisata memang yang paling terpukul dari sekian sektor yang dikelola oleh BUMDes di tengah pandemi ini.
"Yang lainnya tidak begitu terpengaruh sih, kecuali desa-desa yang sektornya berkaitan dengan pengelolaan objek-objek wisata. Kan ada yang Saprodi (Sarana Produksi), penyediaan macam-macam, pengelolaan air minum termasuk PLTS komunal itu," ujar Dafip.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi