“Kita sudah wacanakan dan secepatnya akan kita lakukan. Kalau ada anggarannya itu kita akan lakukan pergantian alat tangkap. Meng-cover seluruh nelayan yang jumlahnya 19.000 se-Kukar ini tentu butuh waktu,” katanya kepada korankaltim.com, Kamis (18/6/2020).
Edy mengungkapkan, upaya ini terpaksa tertahan dulu karena pemerintah pusat mengintruksikan pengalihan anggaran untuk dampak Covid-19. “Kita sambil turun di kegiatan lain melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah mana yang berpotensi mempunyai alat tangkap - alat tangkap yang tidak ramah lingkungan,” ungkapnya.
Untuk tetap melakukan pendataan, pihaknya terus berkoordinasi dengan penyuluh dan koordinator wilayah di kecamatan.
“Biasanya sih kita ada pertemuan pertemuan bulanan ada Korwil ada juga penyuluh lapangan, namu tidak bisa meng-cover semua area se-Kukar. Jujur saja di dinas ini hanya memiliki 8 penyuluh untuk 19.000 lebih nelayan Kukar,” pungkas Edy.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi