"Jadi, sejak Covid-19 melanda, terjadi perubahan secara alami, justru kualitas air menjadi lebih bagus dan berdampak terhadap melimpahnya hasil perikanan. Tapi, nelayan ini sulit menjual karena orang-orang lebih banyak berada di rumah," kata Kabid Pemberdayaan Nelayan DKP Kukar, Edy Haryadi kepada Korankaltim.com, Rabu (17/6/2020).
Bahkan, akibat kondisi ini, penyuluh nelayan yang ada disetiap kecamatan sampai turun membantu menawarkan ikan secara door to door ke rumah warga dengan harga yang jauh lebih murah.
"Mereka banting harga, mau tidak mau dilakukan agar tetap ada pemasukan. Kalau tidak habis terjual, kadang dibuang dan dibagikan saja, pernah saya ditawari rekan dari nelayan kalau mau 50 kilogram silahkan ambil saja," ungkapnya.
Edy menegaskan hasil perikanan nelayan Kukar cukup potensial karena sudah masuk pada pasar internasional.
"Memang biasanya hasil perikanan dari nelayan kita dijual ke luar negeri, seperti udang dijual ke China. Perikanan jenis lainnya juga ke Singapura dan Korea. Tapi, ketika mereka lock down, ya tidak bisa apa apa nelayan kita," tegasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi