"Ini konsekuensi kita sebagai wilayah yang banyak sektor swastanya. Jadi, jika ada kasus terkonfirmasi positif, walaupun bukan warga kita, tetap menjadi catatan kita," katanya kepada korankaltim.com, Senin (15/6/2020).
Diketahui, hingga 14 Juni 2020, terdapat 62 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, diantaranya 49 pasien sudah sembuh, dan 13 pasien lainnya masih menjalani perawatan. Pasien terdiri dari 10 warga luar Kukar, dan selebihnya warga Kukar sebanyak 52 orang.
"Artinya tidak semua yang terkonfirmasi positif warga Kukar, ada juga warga luar. Tapi, mereka ini tidak berbaur dengan warga sekitar, jadi tidak perlu khawatir berlebihan," ungkapnya.
Gugus Tugas sejauh ini mengapresiasi sejumlah perusahaan swasta yang telah mematuhi protokol pencegahan Covid-19 yang diminta oleh Pemkab Kukar. Seperti melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap karyawannya sebelum menuju ke lokasi kerja.
"Jika perusahaan tidak lakukan pemeriksaan, tidak ditemukan yang terpapar, karena mereka ini orang tanpa gejala (OTG)," jelas Kepala Dinkes Kukar ini.
Yuli menegaskan, grafik peningkatan kasus yang terjadi di Indonesia dikarenakan tracing agresif. Tentunya hal ini juga dilakukan di Kabupaten Kukar.
Di satu sisi, hal itu menunjukkan kasus meningkat. Sisi lainnya, hal itu lebih baik guna menekan meluasnya penularan Covid-19.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi