“Saya sudah menunggu 9 tahun. Saya mulai mendaftar pada saat saya masih SMA. Seharusnya saya dijadwalkan berangkat pada tahun 2019. Dikarenakan saya hamil, jadi ditunda berangkat tahun 2020, ternyata ini ditunda lagi,” kata Nurul kepada korankaltim.com, Kamis (4/6/2020).
Meskipun demikian, Nurul tidak begitu bersedih. Hikmah dari ditundanya pemberangkatan haji kali ini, kata dia, bisa lebih maksimal dalam memberikan kasih sayang dan merawat buah hatinya.
“Iya nggak apa-apa, mungkin hikmahnya disuruh jaga anak dulu biar full ASI sampai 2 tahun. Kebetulan juga saya sekarang jadi relawan Team Screening Covid-19 di RS AM Parikesit Tenggarong, jadi masih ada kontrak kerjaan di sini,” ungkapnya.
Dia juga merasa bersyukur karena selama ini bisa berperan aktif di garda terdepan melawan pandemi Covid-19 di Kutai Kartanegara.
“Sebelumnya, saya full jadi ibu rumah tangga. Kurang lebih 1 bulan ini kemarin dihubungi untuk menjadi relawan Covid-19 di RS AM Parikesit. Alhamdulillah. tetap semangat dan kami mohon juga seluruh masyarakat turut berperan aktif melawan pandemi ini dengan tetap patuh protokol kesehatan dan anjuran pemerintah,” tegasnya.(*)
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi