"Ya, memang cukup membludak warga yang datang ke kantor sini. Mereka berasumsi bahwa Disdukcapil sudah buka layanan langsung. Padahal kami sudah umumkan layanan masih menerapkan sistem online," kata Kepala Disdukcapil Kukar, M Iriyanto kepada korankaltim.com, Selasa (2/6/2020).
Kedatangan warga ke Disdukcapil ini juga karena sebagian warga ingin melakukan perekaman data biometrik untuk KTP-el. Hal ini dilakukan untuk menghindari pemalsuan identitas.
"Kebanyakan yang ke sini melakukan perekaman data biometrik karena secara teknis tidak bisa dilakukan secara online. Agar tidak ada pemalsuan identitas, yang diambil adalah sidik jari dan iris mata," ungkapnya.
Iriyanto menjelaskan, Disdukcapil saat ini tengah mempersiapkan penerapan skenario 'new normal' jika nantinya hal ini benar-benar diterapkan di Kukar. Dari kelengkapan seperti alat pelindung diri (APD), serta sistem pelayanannya.
“Untuk antisipasi membludaknya warga jika layanan tatap muka diberlakukan dengan skenario new normal, kami akan menerapkan NIK berjadwal yakni ganjil dan genap, hal ini dilakukan untuk memecah massa agar tidak terjadi penumpukan nantinya,” tegas Iriyanto.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi