Fitriani (29) salah satu warga Kukar, mengaku sepakat dengan skenario tersebut. Warga Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong ini mengaku cukup siap untuk menyesuaikan aktivitas dengan fase 'new normal'.
"Saya rasa warga Kukar juga bisa menyesuaikan dengan kebijakan ini kalau benar nanti diterapkan. Hal ini bisa dilihat di kantor, baik itu swasta ataupun pemerintahan sudah menerapkan sistem piket, dan nantinya kegiatan-kegiatan harus mengikuti protokol covid-19, terutama kegiatan langsung di lapangan," katanya kepada korankaltim.com, Rabu (27/5/2020).
Wanita yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan asuransi ini berharap, kesiapan pemerintah daerah ketika kebijakan itu benar-benar diterapkan di Kukar.
“Karena salah satu indikator menerapkan new normal yakni kesiapsiagaan dalam mengatasi dan menangani virus corona. Harus siap dengan persediaan obat-obatan, alat kesehatan yang memadai, serta jumlah fasilitas kesehatan yang mencukupi jika terjadi lonjakan pasien," ungkapnya.
Mawan Hermawan (30), warga Desa Sedulang, Kecamatan Kota Bangun juga berharap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa agar perekonomian pulih kembali.
Mawan menilai, skema 'new normal' bisa diterapkan dengan pengawasan ketat. Terlebih lagi, jumlah warga yang terjangkit di Kukar masih rendah dibanding daerah lain.
"Jumlah yang terjangkit masih minim dan di Kukar ini kasus yang ada adalah karena datangnya dari luar, jadi cukup dilakukan pengawasan yang ketat saja bagi warga yang ingin datang ke Kukar. Untuk hal ini, pemerintah dituntut ketegasannya," ujarnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi