Camat Kota Bangun, Mawardi mengatakan pihaknya telah menggelar rapat dengan seluruh pihak. Pihaknya juga telah memberikan surat imbauan dari MUI Kukar keseluruh pengurus masjid disetiap desa guna penerapan protokol kesehatan.
"Pelaksanaanya sesuai dengan arahan MUI dan protokol kesehatan," katanya kepada Korankaltim.com, Selasa (19/5/2020).
Mawardi menjelaskan, Kecamatan Kota Bangun memiliki 21 desa. Setiap desa akan melakukan salat Idulfitri berjamaah di satu titik. Di Ibu Kecamatan Kota Bangun sendiri akan menyelenggarakan salat Id berjamaah di beberapa titik.
"Setiap masjid yang menyelenggarakan sudah kita minta surat pernyataan, juga menekankan kepada pengurus masjid untuk patuh terhadap anjuran MUI, seperti mempersingkat khutbah,” jelasnya.
Selain itu, untuk memudahkan deteksi dini terkait penyebaran Covid-19, setiap warga yang hendak masuk ke masjid diwajibkan mengisi biodata diri terlebih dahulu.
Nantinya, pada saat pelaksanaan salat Idulfitri, tim relawan setiap desa bakal memiliki peranan penting.
"Tim relawan setiap desa yang akan bertugas, mereka akan lakukan pengecekan suhu tubuh kepada jamaah, termasuk memantau jalannya ibadah. Sebelum pelaksanaan salat, setiap masjid harus disemprot desinfektan terlebih dahulu, kami sudah instruksikan ini agar dilaksanakan," pungkasnya.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi