"Tetap boleh mudik kalau warga kita, namun khusus yang dari sekitar Tenggarong dan Samarinda saja, kalau dari daerah lain yang sudah terpapar banyak kasus positif, kami akan koordinasikan dengan pihak kabupaten langsung," katanya kepada Korankaltim.com, Kamis (7/5/2020).
Ia mengungkapkan, kecamatan berusaha mengakomodir warga yang berdomisili di Tenggarong dan Samarinda yang ingin berkumpul bersama keluarga saat lebaran Idulfitri.
"Artinya kami tetap terbuka, tapi tetap kami pantau secara ketat, oleh karena itu kami mohon warga juga turut aktif bekerja sama dengan pemerintah dan jujur," ungkapnya.
Menanggapi aktivitas peribadatan warganya di masjid, Mawardi mengaku hal ini sulit untuk dibendung. Sejumlah desa memang masih melangsungkan aktivitas salat berjamaah. Namun, diarahkan agar dilaksanakan warga desa masing-masing saja serta tetap menjalankan protokol upaya pencegahan Covid-19.
"Kalau soal ini memang berat, masih ada warga kita yang melakukan. Tapi, sejauh ini terkendali semua, karena yang boleh salat berjamaah ke masjid hanya warga lingkungan disitu-situ saja dan bagi warga yang merasa tidak sehat badannya kami sarankan salat di rumah saja,” tegas Mawardi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi