Dandim 0906/TGR, Letkol (inf) Charles Alling mengatakan, hal ini berangkat dari observasi Babinsa di lapangan. Terlepas daripada upaya preventif terhadap penyebaran dengan melakukan penyemprotan disinfektan hingga upaya lainnya, ternyata tidak menutup kemungkinan virus dapat menyebar lewat kontak media berupa uang kertas dan koin.
Secara ilmiah, Direktur Departemen Penyakit Infeksi Peking University, Profesor Wang Guiqiang menyebutkan, virus SARS-COV-2 penyebab Covid-19 akan musnah jika terpapar panas 56 derajat Celcius selama 30 menit. Hal tersebut juga diamini oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.
Berangkat dari situ, kata Alling, Kodim 0906/TGR mulai menggarap inovasi tersebut dengan membuat dua prototipe boks sterilisasi pada saat tahap awal buat pedagang pasar.
Hingga saat ini, terus dilakukan pengembangan-pengembangan terbaru boks sterilisasi uang itu dengan memanfaatkan teknologi sinar ultraviolet lengkap dengan timer penggunaannya.
"Ada juga ada menggunakan sinar UV. Namun biayanya UV cukup mahal, jadi kita coba memanfaatkan hal itu dengan merancang metode sederhana namun dapat dipergunakan masyarakat," kata Alling kepada Korankaltim.com, Jumat (1/5/2020).
Inovasi itu, diakui Alling, mendapat respons positif dari pimpinannya. Ada 6 unit terbaru yang dikirimkan ke Jakarta.
Pedagang pun antusias terhadap dua prototipe boks sterilisasi tahap awal itu. Bahkan, ada pedagang uang hendak membeli alat tersebut.
Alling lebih menekankan pesan edukasi di balik inovasi tersebut dibandingkan aspek komersil. Bagi dia, masyarakat harus memperhatikan kebersihan tangan setiap kali melakukan transaksi jual beli serta menerapkan physical distancing.
"Jadi masyarkat lebih berhati-hati, paling tidak masyarakat harus cuci tangan atau minimal menggunakan handsanitizer seusai transaksi," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi