Yah, imbas pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) jadi penyebab segalanya. Pandemi mengharuskan masyarakat menghindari kerumunan, keintiman dan kebersamaan khas Ramadan.
Keprihatinan ini dirasakan benar oleh Bupati Kukar Edi Damansyah.
Edi mengakui ada kesedihan jika mengingat Ramadan tahun ini tak bisa beribadah sebagaimana biasa.
"Kadang-kadang kalau dengar azan di masjid itu, sedih. Biasanya saya sempatkan di Masjid Jami dekat sini, atau masjid agung, atau juga di masjid kompleks rumah saya di (jalan) Arwana itu," ungkap Edi kala berbincang di Rumah Jabatan Bupati Kukar, Kamis (30/4/2020).
Selama berbincang, Edi kerap melayangkan pandangan kosong. Sesekali dia melirik ke arah buku berisikan kumpulan cerpen 'liang lahat koruptor' di mejanya.
"Tapi karena kita memang menginginkan warga terjaga dari wabah, dan kami mengemban amanah bagaimana memberikan perlindungan kepada warga, kita memang harus memberikan contoh yang baik untuk tidak beribadah di masjid sementara ini," imbuhnya.
Ada banyak agenda, kata dia, tak bisa lagi dihelat. Misalnya Festival Ramadan yang biasa diselenggarakan Pemkab Kukar. Sebut juga Kukar Berzakat, di mana masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemkab Kukar beramai-ramai menunaikan kewajiban zakat.
Namun, Edi mengaku memikirkan kemungkinan sejumlah agenda berlangsung secara virtual lewat pemanfaatan teknologi informasi. Jikapun petugas zakat jemput bola, ada protokol kesehatan yang harus diikuti. Sudah barang tentu, tak ada senyum puas orang-orang yang menunaikan zakat fitrahnya saat acara Kukar Berzakat.
Belum lagi, kata Edi, salat Ied bisa-bisa juga hanya dilaksanakan di rumah jika pandemi ini terus berlanjut.
Dia mengapresiasi masyarakat, tim kesehatan yang bertugas di garis terdepan menangani penyebaran virus corona. Tak lupa dia mengajak seluruh masyarakat berdoa agar cobaan ini segera diangkat oleh yang maha kuasa.
"Saya banyak merenung juga terhadap kondisi ini. Apa yang sudah terjadi kita jadikan pelajaran semua. Intinya semangat beribadah tetap harus dijaga," demikian Edi.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi