Bupati Kukar Edi Damansyah mengungkapkan hal ini lebih kepada sisi sinergisitas. Misalnya, dalam dokumen perencanaan pembangunan saling terintegrasi antarbidang.
Dalam teori manajemen modern, kata Edi, integrasi itu dapat terwujud walau dalam bentuk perencanaan.
"Ini contoh yah, kita ingin meningkatkan produksi padi. Produksi padi tidak bisa dilakukan Distanak saja, ada banyak komponen harus dilengkapi. Misal soal pengairannya direncanakan di Dinas PU dalam tahun bersamaan. Cascading-nya seperti itu," ungkap Edi kepada Korankaltim.com, Kamis (30/4/2020).
Kebijakan penganggarannya juga harus searah agar terkoneksi dengan baik.
Selain itu, lanjut Edi, integrasi dengan eksternal birokrat. Pembangunan daerah juga melibatkan dunia usaha yang diakomodir dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP). Sebelum-sebelumnya, perusahaan dan pemerintah daerah masih berjalan sendiri-sendiri. Sekarang telah berjalan berdampingan agar kuat arah dan terjadi percepatan pembangunan.
Terpenting juga pelibatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di kecamatan-kecamatan. Ini direncanakan bersama rakyat yang digagas dalam 'Mpekat Keroan Kampong'.
Edi berharap apresiasi Pemprov Kaltim ini menjadi dorongan motivasi jajaran Pemkab Kukar, terutama dalam mengeksekusi rencana-rencana strategis yang telah dibangun selama ini.
"Karena perencanaan yang baik pun harus diiringi eksekusi yang baik. Dengan begitu akan benar-benar manfaat kepada masyarakat," pungkas Edi.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi