"Salah satu kelompok beresiko tinggi ini adalah pelaku perjalanan dari acara ijtima Gowa (Sulsel)," kata Martina dalam rilis yang diterima pada Sabtu (25/4/2020).
Dari 263 orang yang sudah dites cepat, ada sebanyak 21 orang dengan hasil reaktif. Rinciannya, ada 19 pelaku perjalanan ke Gowa plus dua anggota keluarga pelaku perjalanan. Dengan adanya hasil reaktif terhadap dua anggota keluarga dari pelaku perjalanan, Dinkes Kukar mengasumsikan bisa jadi ini merupakan kasus transmisi lokal pertama.
Tes ini terus berlangsung di kecamatan-kecamatan. Datanya berkembang sangat dinamis lantaran ada pelaku perjalanan tersebut yang baru melaporkan diri.
Pelaku perjalanan dan kontak eratnya yang hasil tes ditemukan reaktif, yakni di Muara Badak sebanyak sembilan orang, Tenggarong sebanyak lima orang, Sangasanga sebanyak dua orang, Loa Janan tiga orang, Loa Kulu dua orang
Pengumuman hasil di kecamatan lain, kata Martina, akan menyusul setelah semua hasil test cepatnya selesai. Observasi awal, tidak ada gejala yang mengarah ke Covid-19 terhadap para pelaku perjalanan ijtima Gowa ini.
Namun, dapat diasumsikan bahwa sejumlah orang ini punya potensi penularan sehingga pengambilan spesimen swab tenggorok dilakukan untuk memastikan mereka benar-benar bersih dari virus ini.
"Telah terjadi penularan pada dua orang kontak erat tadi, yang meskipun belum ada hasil PCR dapat diasumsikan telah terjadi transmisi lokal sebagai kesimpulan," tukasnya.
"Sementara sambil menunggu hasil PCR, perlu saya jelaskan bahwa dapat saja terjadi perubahan analisa keadaan jika hasil PCR negatif," tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi