"Alat rusak, lalu anggaran juga tidak ada. Anggaran juga dipangkas oleh pusat untuk fokus penanganan virus corona ini," ucap Kepala Kantor Kemenag RI Kukar, Samudi kepada korankaltim.com , Kamis (23/4/2020).
Selain alat yang rusak, alasan tidak dilakukannya pemantauan hilal juga karena kondisi wilayah Kukar.
"Di Kukar ini susah lihat bulan, tahun lalu hanya digelar rapat saja. Jadi, meskipun kita ada alat tetap susah juga melihat bulan di Kukar. Dan memang dalam beberapa tahun terakhir di sini tidak melakukan pemantauan," ungkapnya.
Pihaknya hanya bisa menunggu pengumuman resmi hasil dari Provinsi, serta Pemerintah Pusat dalam penentuan 1 Ramadan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pusat, bagi daerah yang tidak bisa menyelenggarakan pemantauan diminta untuk menunggu saja hasil dari provinsi dan pusat," jelasnya.
Samudi kembali mengimbau kepada seluruh warga Kukar agar tetap mematuhi anjuran Pemerintah dengan tidak melakukan aktivitas berkumpulnya banyak massa di satu tempat, termasuk imbauan tak menggelat Salat Jumat dan tarawih selama pandemi Covid-19 ini.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi