Pertanyaan tersebut muncul di benaknya ketika melihat warga setempat yang dia kenali sebagai penerima bantuan PKH mendapat kupon pembagian dari kelurahan dan membawa pulang sembako tersebut.
"Saya bingung, ada (penerima PKH) dapat sembako tapi saya enggak, mereka punya karcisnya," ucap janda berusia 60-an itu kepada korankaltim.com, Rabu (22/4/2020).
Dia sempat mempertanyakan hal tersebut kepada ketua RT setempat.
Namun diketahui, RT juga sudah mendata seluruh warga miskin, terlepas merupakan penerima PKH atau bukan. Data ini kemudian disortir di kelurahan.
Dia pun mengaku sudah legowo, sebab dia pikir, menantunya yang diketahui bekerja sebagai marbot masjid harian itu pasti mendapat bantuan Pemkab.
Menurutnya, menantunya yang hanya dibayar harian sebesar Rp75.000 itu sudah selayaknya mendapat bantuan.
Ternyata, belakangan diketahui, menantunya juga tidak menerima sembako.
"Padahal, kita kan juga berbeda kartu keluarga kan? Tapi saya tidak repot juga, mungkin bukan rezeki," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi