“Berdasarkan keterangan RT setempat, yang bersangkutan datang dalam kondisi sakit. Dengan pertimbangan kemanusiaan, maka ditampunglah yang bersangkutan itu di rumah beliau dengan menempati semacam pondok atau bangsalan,” katanya kepada Korankaltim.com, Kamis (16/4/2020).
Sunggono mengungkapkan, sejak warga asal Jatim ini datang, tidak ada laporan ke pihak Puskesmas Loa Kulu untuk dilakukan screening.
“Karena kondisi yang bersangkutan tidak kunjung sembuh, pemilik rumah lah yang berinisiatif membawa ke rumah sakit. Dan seperti dijelaskan Jubir Gugus Tugas kemarin, setelah masuk baru ditetapkan PDP walaupun hasil rapid test-nya adalah negatif,” ujarnya.
“Instruksi untuk melakukan deteksi dini sudah kami lakukan dan tidak hanya bagi warga luar Kukar, tapi bagi semua orang. Ada protokol yang sudah disampaikan oleh masing-masing Camat ke tiap RT untuk mengawasi semua mobilitas orang di wilayahnya dan segera melaporkan, terutama jika ada yang sakit,” jelasnya.
Sunggono menegaskan semua skema ini sudah di jalankan secara on the track. “Bahkan over treatment kita lakukan tanpa memandang waktu, namun pada akhirnya semua kembali pada masyarakat etam ini, apakah men-support atau tidak terkait yang sudah kami sosialisasikan tanpa henti,” pungkas Sunggono.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi