Sejumlah pejabat akhirnya turun ke lokasi untuk melihat sungai itu. Mulai dari Bupati Kukar Edi Damansyah, Ketua Komisi II DPRD Kukar Rendi Solihin, Ketua Komisi III DPRD Kukar Andi Faisal serta Wakil Ketua DPRD Muhammad Samsun juga mengecek langsung lokasi tersebut.
Ternyata, di kawasan sungai itu, banyak area yang semestinya menjadi resapan air telah beralih fungsi. Ada aktivitas galian di kawasan tersebut. DPRD Kukar berencana untuk memanggil perusahaan yang beroperasi di wilayah ini.
"Kalau tidak kita tindaklanjuti, hujan sebentar saja akan terjadi banjir lagi," kata Ketua Andi Faisal.
Kawasan Sungai Merdeka itu sebelumnya kerap meluap, tapi airnya cukup bening. Berbeda dengan genangan yang terjadi akhir-akhir ini, airnya keruh dan berlumpur.
Menurut Samsun, ada timbunan tanah untuk pengerjaan lantai tol yang menyebrangi sungai itu. Hal itu menyebabkan terjadinya penyempitan sungai.
Selain itu, ada pula aktivitas penambangan persis di bibir sungai, dekat waduk Sungai Merdeka yang juga diduga kuat menjadi penyebab meluapnya air sungai.
Ironisnya lagi, lokasinya juga dekat dengan intake PDAM. Khawatirnya, aktivitas tersebut juga berdampak bagi kesehatan warga.
"Kelihatan (limbah), Sungai Merdeka itu banyak limbahnya sudah," ujar Samsun kepada korankaltim.com, Rabu (15/4/2020).
Dia meminta aktivitas tambang tersebut dihentikan, terlepas legal atau tidaknya tambang tersebut. Apalagi, Kecamatan Samboja merupakan wilayah yang nantinya akan menjadi IKN.
"Ya saya minta dihentikan lah, aktivitas tambang diseputar wilayah IKN dihentikan baik yang legal maupun ilegal di kawasan IKN kita ini," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi