“Apalagi dalam pandemi Covid-19, bahwa pembelajaran jangan berhenti. Segmen ini melalui kelompok masyarakat wadah etam bebaya, live steaming youtube media internal Kominfo. Bukan saja pelajar tapi masyarakat umum, Jumat, Sabtu dan Minggu itu segmennya inspiratif, motivasi, life skill dan PAUD. Kalau Senin sampai Kamis itu materi SLTA sederajat dan ini berlangsung setiap jam 4 sampai setengah 6 sore,” katanya kepada Koran Kaltim kemarin.
Dalam kesempatan ini, tema khusus yang diambil yakni Citizen Journalism dan Etika Jurnalis, dengan menghadirkan Ketua PWI Kukar Desman Minang Endianto, wartawan M Rifqi Hidayatulah, Pelajar Kukar berprestasi Aldo, Ketua IGI Kukar Suparno Ghopar selaku moderator dan Indah Guzel selaku host.
Desman mengungkapkan sejauh ini peran citizen journalism atau warga jurnalis juga harus berlandaskan sebuah etika. “Etikanya menurut saya, harus seperti teman-teman wartawan dalam menyajikan berita di media online. Misal, tidak menyajikan atau menyebarkan informasi bohong, kemudian tidak mencemarkan nama baik, ini yang jadi etika yang penting diperhatikan, termasuk tidak memicu konflik SARA dan wajib menyebutkan sumber berita yang jelas,” ungkap Desman.
Etika inilah yang menurut Desman, harus menjadi acuan dalam penulisan yang dilakukan jurnalism warga. Keberadaan jurnalis warga tentu ada nilai positifnya, karena mampu mengangkat budaya-budaya lokal yang mungkin tidak ter-kover oleh media. “Biasanya hal-hal budaya lokal ini ter-kover oleh jurnalism warga, dan menjadi bahan menarik bagi media secara umum. Artinya sejauh ini tidak ada batasan yang baku, namun etika harus tetap dijaga, sehingga berita atau informasi yang dihadirkan jurnalism warga ini tidak membuat gaduh tidak menyesatkan, sebagaimana etika jurnalis profesional,” jelasnya.
Menyikapi pemaparan ini, Suparno menegaskan hal ini menjadi pencerahan bagi semua masyarakat. “Alhamdulillah ini pencerahan bagi kita semua dan pemirsa yang menonton, karena kadang-kadang jempol kita ini tidak ada remnya, ini menjadi pencerahan bagi semua,” tegasnya.
Penulis Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur