Terkait hal itu, Pemkab Kukar juga mewacanakan ada jasa pengantaran oleh ojek online (ojol).
"Lagi-lagi kita sedang berdiskusi dengan ojol ini, kalau memungkinkan saya ingin ada semacam subsidi ongkos angkut, tapi ini masih wacana loh ya," ujar Edi kepada Korankaltim.com, Kamis (9/4/2020).
Sekda Kukar Sunggono, kata Edi, telah ditugaskan untuk berdiskusi dengan salah satu manajemen transportasi berbasis aplikasi di Samarinda.
Dia ingin agar semua pengendara ojol bisa terlibat dalam hal ini jika memungkinkan.
"Tapi semuanya tetap basis data. Kita tidak ingin kebijakannya sudah baik tapi pada tatanan eksekusinya tidak tepat sasaran," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi