"Untuk stok darah kita kosong, yang ada sekarang ini hanya darah pengganti saja, kalau darah pengganti sudah ada yang punya," kata Sekretaris PMI Kukar Sujianto kepada KORANKALTIM.COM, Selasa (7/4/2020).
Sujik sapaan akrabnya mengungkapkan, untuk tetap melayani permintaan darah, pihaknya mewajibkan warga yang membutuhkan darah harus membawa pendonor disesuaikan dengan golongan darah yang dibutuhkan.
"Kalau kebutuhan mendesak, kita bisa pakai darah yang ada dulu, tapi harus diganti dengan membawa pendonor, karena stok darah yang ada pada kami sudah ada yang memiliki," ungkapnya.
Menurutnya, stok darah sangat dibutuhkan setiap harinya, biasanya digunakan untuk keperluan operasi, persalinan dan tindakan medis lainnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk dapat mendonorkan darahnya secara rutin tiga bulan sekali.
“Kekosongan stok darah di PMI Kukar disebabkan karena dampak virus corona. Banyak orang yang takut ke kantor PMI Kukar karena letaknya di RSUD AM Parikesit. Orang agak khawatir ke sini untuk donor, mereka takut tertular. Padahal kalau ikuti prosedur, pasti aman dan tidak tertular," demikian Sujik.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: M.Huldi