"Mudah-mudahan kita berhasil memutus mata rantai ini dan tidak ada klaster baru lagi, oleh sebab itu saya harapkan agar masyarakat tidak bepergian dulu ke daerah luar yang berpotensi mengimpor kasus ke Kutai Kartanegara," kata Juru Bicara Gugus Tugas dr Martina Yulianti kepada KORANKALTIM.COM, Senin (6/4/2020).
Yuli meminta masyarakat Kukar tetap patuh terhadap imbauan dan anjuran pemerintah agar pada lebaran tahun ini tidak melakukan perjalanan pulang kampung alias mudik.
"Tidak usah mudik bagi teman-teman yang berasal dari Pulau Jawa dan pulau lainnya pada lebaran tahun ini, seperti imbauan Pemerintah Pusat. Sebab, bisa saja mudiknya ke daerah terjangkit atau daerah dengan transmisi lokal kemudian kembali ke sini bisa saja berpotensi untuk mengimpor kasus lagi," ujarnya.
Diketahui, saat ini masih ada dua pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD AM Parikesit. Satu orang asli warga Kukar dan satu orang lagi dari Kutim. Kedua pasien ini terjangkit Covid-19 dari klaster yang berbeda yakni Bogor dan Gowa.
"kondisi pasien yang dari Kutim kondisinya baik tetapi hasil survei yang ke-2 masih positif jadi belum kita nyatakan sudah sembuh, jadi begitu hati-hatinya, harus diulang dua kali, tidak cukup hanya sekali. Kalau yang asli Kukar satunya lagi, hasil yang keduanya sudah negatif tinggal menunggu hasil yang sekali lagi baru boleh kita pulangkan untuk isolasi di rumah," demikian Yuli.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : M.Huldi